Pertarungan antara Onic dan Team Liquid PH di babak Knockout Stage M7 World Championship bukan sekadar pertandingan biasa; itu adalah momen menegangkan yang dinantikan banyak penggemar Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Dengan kehadiran kedua tim yang diakui, laga ini dianggap sebagai pertarungan yang bisa menentukan nasib mereka dalam turnamen ini.
Pertemuan ini berlangsung pada 22 Januari 2026 dan mendapatkan perhatian khusus dari pendukung masing-masing tim. Onic, yang dikenal sebagai raja langit, berharap dapat membalas kekalahan di pertemuan sebelumnya melawan tim asal Filipina tersebut. Sementara itu, Team Liquid PH bertekad untuk mencapai tujuan mereka: kemenangan di M7.
Setiap langkah dan strategi yang diterapkan oleh kedua tim menciptakan intensitas yang tinggi di arena. Misi Team Liquid PH untuk mengumpulkan trofi Golden Road tidak hanya menambah tekanan, tetapi juga memotivasi para pemain untuk memberikan yang terbaik.
Analisis Permainan Pertama Yang Mengguncang Arena
Di game pertama, kedua tim memulai dengan permainan agresif dan tempo cepat di area river. Keberanian Onic dalam menghadapi perlawanan membuat mereka unggul di beberapa momen, namun Team Liquid PH pada akhirnya mengambil alih kontrol permainan. Strategi yang matang dari Team Liquid PH sangat mencolok sejak awal.
Sanford, Karltzy, Sanji, Jaypee, dan Oheb menunjukkan koordinasi yang sangat baik. Masing-masing pemain tampak seirama dalam menjalankan rencana permainan, menyebabkan Onic kebingungan dalam membaca strategi mereka. Keberhasilan mereka dalam berkomunikasi dan bergerak sebagai satu kesatuan memberi keunggulan yang signifikan.
Sanji, dengan hero Pharsa-nya, menjadi elemen krusial yang memengaruhi jalannya pertandingan. Keberadaannya di belakang garis pertahanan membuat Onic kesulitan dalam menyerangnya. Serangan yang tidak terduga dari Pharsa dalam setiap team fight menciptakan hasil yang tidak menguntungkan bagi Onic.
Strategi Menarik Dari Team Liquid PH yang Memukau
Team Liquid PH, dengan strategi serangan yang cermat, memanfaatkan setiap celah yang ada. Mereka mengedepankan permainan tim yang harmonis, memastikan satu sama lain untuk melindungi dan mendukung. Keberhasilan ini terlihat dari keterampilan individu yang tetap terintegrasi dalam tim.
Pilihannya untuk bergerak dalam kelompok meningkatkan kemampuan untuk mendominasi permainan. Onic, yang biasanya memiliki penguasaan individu yang baik, terpaksa menghadapi tantangan yang jauh dari ekspektasi mereka. Rencana permainan Team Liquid PH terbukti lebih efektif dalam memanfaatkan kekuatan tim.
Komunikasi yang baik dan pemahaman taktik antara pemain Team Liquid PH tanpa ragu memberikan mereka keunggulan. Kesepakatan dan kecepatan eksekusi yang dimiliki membuat mereka tampil menonjol di babak ini. Keberanian untuk mengambil risiko juga terlihat jelas dalam pilihan strategi mereka yang berani.
Kekalahan Onic dan Harapan untuk Bangkit Kembali
Kekalahan Onic di game pertama meninggalkan dampak mendalam bagi para pendukungnya. Meskipun sempat menunjukkan potensi di awal permainan, mereka tidak mampu mempertahankan momentum untuk memenangi laga tersebut. Rasa frustasi di antara para pemain tampak jelas, namun hal ini bisa menjadi titik balik untuk merumuskan strategi yang lebih baik.
Penting bagi Onic untuk mengevaluasi kembali taktik dan pendekatan mereka di game berikutnya. Melihat kesalahan yang ada, tim perlu beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi serangan Team Liquid PH yang terbukti sangat kuat. Pada akhirnya, semangat juang harus tetap terjaga dalam menghadapi tantangan mendatang.
Bagi penggemar Onic, harapan masih ada sezaman berlanjutnya turnamen. Kembali dari kekalahan bukan hal yang mustahil, karena mereka pun memiliki kemampuan dan pengalaman untuk melakukannya. Adaptasi dan strategi yang tepat di harapan para pendukung untuk menyaksikan keajaiban dari sang raja langit.
