Onic berhasil menciptakan sejarah dengan memastikan diri sebagai tim esports Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terakhir yang melaju ke babak Knockout Stage M7 World Championship. Dalam sebuah pertandingan yang mendebarkan, mereka berhasil menaklukkan Team Falcons dari wilayah MENA dalam laga best of 3 yang penuh emosi.
Keraguan dan harapan memuncak saat kedua tim berjuang untuk memperebutkan tempat terakhir di Knockout Stage. Setiap momen dalam pertandingan ini menjadi penting, dan penonton pun tidak dapat berpaling dari layar mereka.
Dalam pertandingan ini, format yang diterapkan menjadi salah satu faktor penentu. Pertarungan ini menjadi semakin berkelas dengan kehadiran berbagai strategi dan taktik dari kedua tim, menunjukkan bahwa kebangkitan esports tidak hanya terletak pada keterampilan individu, tetapi juga pemahaman tim yang solid.
Babak Pertama: Onic Menampilkan Dominasi yang Mengesankan
Pertandingan dimulai dengan Onic menunjukkan kekuatan nyata mereka. Dalam early game, Kairi, Sanz, Kiboy, Lutpiii, dan Skylar berkolaborasi dalam tempo permainan yang menguntungkan, membuat lawan kesulitan untuk beradaptasi.
Setiap rotasi dan keputusan yang diambil oleh Onic tampak terencana dengan baik, yang memaksa Team Falcons untuk diperkecil ruang gerak mereka. Dalam waktu kurang dari 12 menit, Onic menuntaskan pertandingan dengan kemenangan yang mengesankan, menandakan bahwa mereka benar-benar siap untuk melawan tantangan selanjutnya.
Keberhasilan ini bukan hanya berkat keterampilan individu, tetapi juga kerja sama tim yang luar biasa. Komunikasi yang efektif di antara pemain menjadi senjata utama dalam menekan lawan mereka.
Babak Kedua: Team Falcons Bangkit dan Balas Serangan
Memasuki game kedua, arah pertandingan berubah drastis. Team Falcons mencoba menjawab tantangan dengan memilih hero yang lebih agresif, menciptakan kejutan bagi Onic yang tampaknya tidak siap menghadapi perubahan taktik.
Keunggulan posisi dan kontrol map dari Team Falcons menyebabkan Onic kesulitan. Alhasil, pertandingan berlangsung lebih ketat dan sejumlah team fight berlangsung sengit, di mana Falcons berhasil mengamankan beberapa momen penting.
Kekalahan Onic di game kedua menjadikan skor imbang 1-1, menambah tensi dan semangat kedua tim. Ini menunjukkan bahwa setiap permainan di turnamen ini tidak hanya sekadar mencari kemenangan, tetapi juga mempertahankan martabat di pentas dunia.
Babak Penentuan: Pertarungan Sengit untuk Menggenggam Kesempatan
Pada game ketiga, atmosfer pertandingan semakin menegangkan. Kedua tim menampilkan performa terbaik mereka, masing-masing berusaha untuk memanfaatkan kesalahan lawan dalam setiap langkah.
Dari awal hingga pertengahan permainan, kedua tim tampil seimbang namun Onic mulai menunjukkan tanda-tanda keunggulan. Kesalahan kecil dari Team Falcons dimanfaatkan oleh Onic dengan sangat baik, dan mereka mulai membangun momentum yang menguntungkan.
Menjelang akhir permainan, efek snowballing terlihat jelas. Keberhasilan Onic dalam melakukan serangan strategis menggiring mereka untuk semakin mendominasi, dan falcons tidak mampu lagi menjaga area basis mereka.
Dengan perolehan skor akhir 2-1, Onic keluar sebagai pemenang, dan secara resmi mengamankan tempat mereka di Knockout Stage M7 World Championship. Kisah perjalanan Team Falcons harus berakhir, sementara harapan Indonesia kini berada dalam genggaman tim Onic yang membuat semua pendukung bangga.
Perlombaan untuk menuju ke panggung final kini semakin mendekat bagi Onic. Mereka telah menunjukkan bahwa semangat, keterampilan, dan kerja sama tim yang solid dapat mengalahkan segala rintangan. Dengan momentum ini, mereka siap menghadapi tantangan selanjutnya demi mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.
